Asas Hukum Perdata (3)

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Apabila adanya pertentangan peraturan perundang-undangan yang biasa dikenal “conflict of norm” atau konflik norma maka digunakan asas.  Salah satunya seperti Asas Lex Posterior Derogat Legi Priori. 

Asas lex posterior derogat legi priori bermakna undang-undang (norma/aturan hukum) yang baru meniadakan keberlakuan undang-undang (norma/ aturan hukum) yang lama. 

Asas ini hanya dapat diterapkan dalam kondisi norma hukum yang baru memiliki kedudukan yang sederajat atau lebih tinggi dari norma hukum yang lama. 

Didalam praktek Hukum Perdata terutama didalam Lapangan hukum acara Perdata, sikap Mahkamah Agung tegas didalam putusannya. 

Didalam Putusan Mahkamah Agung No.1037 K/Sip/1973 dijelaskan “Berdasar pada “Asas Umum dalam Hukum Perdata”, bilamana ada dua Peraturan hukum yang keduanya mengatur masalah yang sama, namun memuat ketentuan-ketentuan yang berlainan, demi kepastian hukum, maka peraturan yang diberlakukan oleh hakim adalah peraturan yang terbaru, kecuali ditentukan lain dengan Undang-undang. 

Begitu juga didalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 3210 K/Pdt/1984. Yang menguraikan panjang lebar tentang penerapan Asas Lex Posterior Derogat Legi Priori

Putusan Mahkamah Agung kemudian diikuti oleh berbagai putusan hakim (Yurisprudensi). 

Sehingga tidak salah kemudian walaupun tetap menggunakan dasar hukum didalam berperkara dimuka pengadilan, asas-asas sebagai pondasi penting didalam melihat fakta-fakta hukum dijadikan irisan yang tajam untuk dapat diselesaikan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s